Saturday, January 27, 2007

Di Lajur Paling Kanan

Ini pengalamanku kemarin sebagai pengguna jalan di jalur yang mewajibkan sepeda motor di lajur kiri. Saat itu jalanan sedang padat-padatnya karena mendekati jam masuk kerja.

Sebuah kijang yang sedang mengantri di padatnya jalan mengambil kesempatan masuk ke lajur paling kanan. Sebuah tiger dengan sepasang suami istri di atasnya yang berada di lajur paling kanan mengklakson kijang tadi tidak ingin memberikan jalan. Aku dengan bebek merahku berada di belakangnya. Kijang tadi tetap menyeruduk mengambil kesempatan. Dengan beringas, tiger mengaum menarik gasnya mengambil celah diantara kijang dengan dinding beton. Sang pengemudi kijang yang masih muda mengeluarkan makian teredam di dalam kijang berkaca bening. Pengemudi tiger yang merasa tertantang kontan berhenti di moncong kijang dan melompat meninggalkan tigernya beserta istrinya yang berteriak memanggil mas-nya tanpa hasil.

"Sialan lo! Ngomong apa lo barusan dasar anjing!" teriak pengemudi tiger tadi, lupa kalo kijang itu kijang... anjing itu anjing. Gayanya seperti baru saja harga dirinya diinjak-injak, mirip setan yang anaknya habis diperkosa manusia (ingat.. ingat.. ini salah satu hal yang dibenci Tuhan dan dibenci pula oleh setan).
"...! ...!" balas pengemudi kijang tak kalah galak. Suara anak muda itu teredam di dalam mobil. Biar uratnya sampai putus teriak-teriak, tetap saja gak kedengaran jelas. Tapi dari tangannya yang menunjuk-nunjuk, jelas ia menyatakan bahwa tiger tadi salah berada di jalur kanan.
Terus memaki-maki, sang pengemudi tiger mengakhirinya dengan berlagak memukulkan sikunya ke arah kaca jendela kijang, "Gue tunggu lu di Cawang, baru rasa lo! Dasssar!" ancamnya keras. Lalu dengan gagah berbalik menuju ke tiger dan istrinya yang menatap cemas, kembali menjalankan tigernya.
Walau tiger sudah berjalan, kijang sudah merangkak, beberapa kali aku lihat sang pengemudi tiger menunjuk-nunjuk kijang dan berlagak akan turun dari tigernya kembali. Rupanya perang urat syaraf masih dilanjutkan. Aku masih mendengar, "Gue tunggu di Cawang!"

Aku di bebek merah cuma bisa geleng-geleng kepala.

Kijang? Tiger? bebek? Jangan bingung, jalanan di pagi hari memang seperti hutan yang keras. Tapi tidak sekeras aturan baru di mana sepeda motor wajib di lajur kiri. Setelah sempat tegas selama seminggu, polisi menunjukan mental anget-anget tahi ayam (eh emang beneran anget ya?) dengan kembali membiarkan aturan tersebut dilanggar.

Memang aturan ini sulit sekali dipatuhi terutama di saat jalanan padat merayap. Angkutan umum menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat. Mobil pribadi juga memenuhi jalanan walaupun tidak memenuhi kuota 3 in 1. Masih ada joki mungkin pikir mereka. Rambu yang tidak jelas dan mental yang rendah mempersulit aturan tadi untuk dipatuhi.

Aturan itulah yang membuat tontonan selama 15 detik itu. Sang pengemudi kijang merasa punya hak untuk tidak mengalah kepada motor yang menurutnya salah. Tiger itu mungkin juga tidak salah karena tidak ada rambu di sana yang melarangnya di jalur kanan. Yang bikin aku geleng2 kepala adalah lagak kedua orang itu yang merasa sebagai 'jagoan jalanan' berharap menjadi tontonan.

5 comments:

pyuriko said...

Kalo yg sprt ini, sering lihat...

Mereka menganggap bahwa dirinya paling benar dan baik,...

Kalo sdh begini, siapa kan yang harus disalahkan,...???
Peraturan yang belum jelas atau pengguna yang tidak tahu aturan...

Anonymous said...

hmm..se7 ma pyuriko, semua merasa benar!!dan untuk jalur padat sekelas jakarta sekitar jam 8-an..susah kalau mengikuti aturan motor harus lajur kiri, lagian khan motor ulet..sedok sana sini gak ada masalah to*ini pembenaran atas aksi berkelit di jalanan..hihi

NiLA Obsidian said...

hhhhhhhhhh.......
cuman bisa tarik napas panjang....

semoga diberi kesabaran.....
krn, dg kondisi jalanan di jakarta skrg, godaan dan cobaan itu sangat rruuaarr bbiasaa....

kalo ga bisa jaga2 emosi, bisa2 kebun binatang semua yg keluar dari mulut...heuheuheu....

paling parah, ya sampe kyk si bapak di tiger itu....
nyaris fisik bho...
ampunn deh, apa ga malu jd tontonan?

Unknown said...

hehehe... padahal 'kan itu di jalan raya ya mas? ko tetep ajah ada.. kijang, macan a.k.a tiger, ama bebek... hehehe...

*komen ga nyambung n ga penting

dezz said...

satu hal yang selalu dipake setiap jalan keluar entah bawa kendaraan sendiri atau naik umum.. SIFAT SABAR...

sabar ngalah (walaupun benar), sabar meredam emosi (kalo tiba2 ada motor nyalip atau bus besar berhenti seenaknya..)

    • Popular
    • Categories
    • Archives