Thursday, September 28, 2006

Pembedahan Supranatural

Karena Bapak tidak mau dirawat di rumah sakit mengingat beliau harus dikemoterapi plus tindakan untuk mengeluarkan cairan dari paru-parunya, kakak iparku terpaksa menandatangani pernyataan bertanggung jawab atas segala sesuatu atas Bapak dan tidak akan menuntut apapun pada rumah sakit apabila terjadi sesuatu pada si Bapak. Kami memang sudah punya rencana lain atas sakit Bapak. Kami akan kembali ke Gilang Permata Biru, Sukabumi untuk terapi alternatif di sana.

Letaknya yang di pintu keluar kota Sukabumi memang relatif mudah ditemukan. Yayasan ini memang sudah terkenal dengan terapi alternatif untuk pengobatan penyakit dalam yang parah dan bahkan yang membutuhkan pembedahan. Syaratnya cukup mudah, yang penting pasien percaya dengan metode pengobatan di sana. Metode pengobatan yang langsung dilakukan oleh H. Ahmad Rasyiddin memang agak supranatural, karena melakukan pembedahan tanpa luka dan hanya meninggalkan goresan merah yang lambat laun akan hilang. Biayanya diserahkan serelanya kepada pasien yang diserahkan langsung kepada pak Haji. Namun untuk melakukan pengobatan di sana pasien harus menginap semalam di kamar-kamar yang telah disediakan dengan harga berkisar 300 hingga 700 ribu rupiah. Kamar-kamarnya lumayan besar, bahkan ada yang terdiri dari dua kamar dan ruang tamu. Pemandangan yang indah dan hawa yang segar cukup membuat relaks kami sekeluarga yang mengantar Bapak. Mungkin ini juga salah satu cara terapi penyembuhannya selain motif bisnis. Nomor urut kamar juga menentukan nomor antrian pasien. Biasanya terapi dilakukan pada pagi hari hingga siang. Namun karena saat ini sedang bulan Ramadhan, maka Bapak diterapi setelah shalat taraweh hanya dalam waktu kurang lebih 10 menit. Jadi setelah shalat subuh kami bisa langsung pulang ke Jakarta.

Selain pembedahan ala H. Ahmad Rasyiddin, sepulangnya dari sana pasien diharuskan memasak air dan meminumnya untuk kebutuhan harian hingga habis. Tidak ada ritual pada air ini seperti yang aku ketahui seperti di sinetron-sinetron kita, kami cukup memasaknya sendiri dan memberikannya pada Bapak. Mungkin ini ada hubungannya dengan dimintanya alamat tempat tinggal Bapak yang diwanti-wanti agar tidak salah alamat. Air itu mungkin didoakan dari Sukabumi sana.

Sudah tiga kali Bapak melakukan pengobatan di sana. Setiap pulang dari sana, Bapak kelihatan lebih segar dibanding saat datang. Percaya atau tidak, yang namanya terapi alternatif bagiku adalah satu pilihan saja dalam terapi medis. Namun kuakui tidak sekedar itu saja, dibandingkan dengan terapi medis biasa anggaran yang harus dikeluarkan relatif lebih sedikit. Jadi bila ada saatnya tiba untuk memilih, terserah pilihan Anda.

3 comments:

kivaa said...

halo,

boleh tau gimana kira2 hasilnya setelah bapak dibawa ke gilang permata biru? Mertua saya kena gagal jantung dan ingin kami bawa ke sana. Cuma ingin tau apakah benar2 manjur atau tidak mengingat posisi kami jauh (surabaya). Terimakasih banyak.

kivaa81@yahoo.com

watymoetz said...

halo,,,,,

saya waty dari depok pengen tahu,ada no yg bsh di hub ???

tlg di balaz di email saya ya,tx

al50 said...

Ga ada pengaruhnya..
Cuma jual penginapan aja.